Saya adalah mahasiswa PPG yang berasal dari Tuban — sebuah kota pesisir di Jawa Timur yang kaya akan nilai budaya dan tradisi leluhur. Tuban, yang dikenal sebagai Kota Wali, telah menempa karakter saya dengan nilai-nilai kearifan lokal: kesederhanaan, ketekunan, dan semangat untuk terus belajar.
Inspirasi saya untuk menjadi guru profesional berakar dari keinginan yang kuat untuk membangun dan membentuk generasi bangsa — generasi yang cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan zaman.
Tujuan saya bukan sekadar mengajarkan materi di depan kelas, tetapi menjadi mercusuar bagi setiap murid — membantu mereka menemukan potensi terdalam diri mereka dan mengembangkannya menjadi kontribusi nyata bagi masyarakat dan negeri ini.
Refleksi terhadap penyusunan modul ajar PJOK materi Aktivitas Gerak Berirama, mulai dari kendala, landasan pedagogi, faktor keberhasilan, adaptasi pembelajaran, hingga dokumen modul ajar.
Dokumen instrumen penilaian dilampirkan sebagai bukti pendukung penilaian perangkat pembelajaran dan praktik mengajar selama PPL.
Rancangan misi, kompetensi, dan karakter guru profesional yang ingin diwujudkan sebagai wujud dedikasi dalam dunia pendidikan.
Refleksi disusun secara berkelanjutan dari Siklus 1 ke Siklus 2. Hasil refleksi pada siklus awal menjadi dasar perbaikan, penguatan strategi, dan kesiapan menuju PPL Mandiri.
Prinsip, keyakinan, dan nilai yang menjadi dasar praktik pengajaran selama observasi, asistensi, dan praktik pembelajaran terbimbing.
Filosofi mengajar saya berangkat dari keyakinan bahwa setiap murid memiliki potensi yang dapat berkembang apabila guru mampu menghadirkan pembelajaran yang terarah, aman, dan memberi ruang untuk mencoba. Dalam konteks PJOK, pembelajaran tidak hanya dipahami sebagai kegiatan fisik, tetapi juga sebagai proses membangun disiplin, percaya diri, kerja sama, dan kesadaran tubuh. Oleh karena itu, selama observasi, asistensi, dan praktik pembelajaran terbimbing, saya memandang guru sebagai fasilitator yang menuntun murid untuk belajar melalui pengalaman langsung, bukan sekadar menerima instruksi secara pasif.
Prinsip utama yang saya pegang adalah pembelajaran harus bertahap dan sesuai dengan karakteristik murid. Hal ini sejalan dengan rancangan modul ajar PJOK Aktivitas Gerak Berirama yang menempatkan murid kelas X sebagai peserta didik dengan kemampuan koordinasi gerak dan pemahaman irama yang beragam. Karena itu, saya meyakini bahwa Direct Instruction tetap penting pada tahap awal untuk memberi contoh gerakan yang jelas, kemudian dilanjutkan dengan latihan terbimbing agar murid dapat memperbaiki kesalahan gerak secara bertahap. Setelah murid memahami dasar gerakan, pembelajaran perlu bergerak menuju kegiatan yang lebih aktif melalui Project Based Learning sederhana dan Cooperative Learning, sehingga murid dapat menyusun rangkaian gerak, berdiskusi, saling membantu, dan menampilkan hasil kelompok.
Nilai yang mendasari praktik mengajar saya adalah kemandirian, gotong royong, dan refleksi berkelanjutan. Saya percaya bahwa pembelajaran yang baik bukan hanya menghasilkan murid yang mampu melakukan gerakan dengan benar, tetapi juga murid yang berani mencoba, menghargai teman, menerima umpan balik, dan mau memperbaiki diri. Dalam aktivitas gerak berirama, murid belajar bahwa ketepatan irama, kekompakan, dan koordinasi tidak dapat dicapai secara instan, melainkan melalui latihan, kerja sama, dan keberanian untuk tampil. Filosofi ini menjadi ideologi saya dalam perjalanan menjadi guru profesional: mengajar berarti membantu murid tumbuh secara utuh, baik dari aspek pengetahuan, keterampilan, sikap, maupun karakter.